Amalan Pelepas Rasa Lelah

Sedekahharian.com, Dalam sebuah kisah yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, suatu ketika Fatimah radiallahuanha merasa bahwa pekerjaannya menggiling gandum dengan batu demikian berat baginya. Belum lagi, ia juga harus mengurus Hasan, sang anak, berbagai pekerjaan rumah tangga, dan saat itu ia juga sedang mengandung anak keduanya, Husain. Fatimah kemudian meminta seorang pembantu pada sang suami, Ali, namun Ali menolak. Ali, tak sanggup bila harus menggaji pembantu karena kehidupan mereka sangat miskin.

Di waktu lainnya, Fatimah mendengar bahwa Rasulullah mendapatkan seorang budak. Fatimah pun mendatangi rumah ayahnya dalam rangka meminta budak tadi sebagai pembantunya. Akan tetapi Rasulullah sedang tidak ada di rumah. Fatimah lantas mendatangi ummul mukminin, Aisyah, dan menyampaikan hajatnya.

Ketika Rasulullah berada di rumah Aisyah, ia menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah. Rasulullah lantas mendatangi Ali dan Fatimah saat mereka telah berbaring di tempat tidur. Mulanya, Ali dan Fatimah hendak bangun untuk menghampiri Nabi, namun Nabi menyuruhnya untuk tetap berada di tempat.

Kemudian Rasulullah berkata,

Maukah kutunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?” tanya beliau.

Jika kalian berbaring di atas tempat tidur, maka ucapkanlah,

 Allahu akbar 34 kali,

Alhamdulillah 33 kali,

Subhanallah 33 kali.

Itulah yang lebih baik bagi kalian daripada pembantu yang kalian minta,” lanjut Nabi. (HR. Bukhari dan Muslim).

Semenjak mendengar petuah Rasulullah tadi, Ali tak pernah lalai meninggalkan wirid tadi. Ia selalu membacanya, bahkan di malam perang Shiffin; sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu riwayat Imam Bukhari.

Tahukah sahabat, apa yang sebenarnya dikeluhkan oleh Fatimah? Beliau mengeluh karena kedua tangannya bengkak akibat terlalu sering memutar batu penggiling gandum yang cukup berat.

Subhanallah, ternyata puteri tercinta Rasulullah demikian berat ujiannya. Pun begitu, beliau tak segera memenuhi keinginan puterinya tadi. Rasulullah melakukan hal demikian bukan karena tak sayang dengan puterinya, namun beliau ingin mengajarkan sesuatu yang lebih bermanfaat baginya dari seorang pembantu. Sesuatu yang menjadikannya semakin dekat dan bertawakkal kepada Allah. Itulah wirid pelepas lelah.

Mengapa wirid lebih baik dari pembantu? Menurut Al-Hafizh Badruddien al-‘Aini, alasannya ialah karena wirid berkaitan dengan akhirat, sedangkan pembantu berkaitan dengan dunia. Dan tentunya, akhirat lebih kekal dan lebih afdhal dari dunia. Atau, boleh jadi maksudnya ialah bahwa dengan merutinkan bacaan wirid tadi, keduanya akan mendapat kekuatan lebih besar untuk melakukan berbagai pekerjaan; melebihi kekuatan seorang pembantu.

Karena itu, marilah kita teladani sunah Nabi yang satu ini, kita amalkan setiap hari, niscaya akan banyak faedah yang kita dapatkan. Wallahu’alam bishawab.

 

 

Penulis: Ajeng P.S

Diolah dari berbagai sumber