Balasan Bersedekah

Suatu hari, Gubernur Mesir memanggil Ali bin Muhammad bin Al-Furat, kemudian dia berkata, “Celaka kamu, niatku menghadirkanmu kali ini adalah buruk. Selama ini aku senantiasa ingin menangkap dan memenjarakanmu, tetapi aku senantiasa bermimpi engkau menghalangiku dengan sepotong roti. Aku memimpikanmu selama berhari-hari. Aku ingin menangkapmu, tetapi selalu saja kamu menghalangiku. Kemudian, aku suruh pasukanku untuk membunuhmu. Setiap kali mereka memukulimu dengan pedang atau benda lain, kamu bisa menangkis pukulan itu hanya dengan sepotong roti di tanganmu sehingga mereka tidak mengenal sasaran. Beritahukanlah kepadaku tentang kisah sepotong roti itu.”

Ibnu Al-Furadh menjawab, “Wahai Gubernur, sebenarnya ibuku semenjak aku kecil senantiasa menaruh sepotong roti di bawah bantalku pada setiap malam. Jika pagi datang dia menyedahkan roti itu, begitulah kebiasaan yang dilakukannya sehingga beliau wafat. Sepeninggalnya aku meneruskan kebiasaan ibuku itu. Pada setiap malam aku menaruh sepotong roti di bawah bantalku untuk pagi hari kusedekahkan.”

Gubernur pun takjub atas perbuatan Al-Furadh, lalu dia berkata, “Mulai sekarang aku tidak akan memperlakukanmu secara buruk. Aku pun telah bisa memperbaiki niatku dan aku mencintaimu.” [Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir]

Sumber: Dikutip dari buku “Bila Amal di Bayar Kontan’, Sayyid Abdullah Sayyid Abdurrahman ar-Rifai, Penerbit Darul Falah