Kebahagiaan Relawan Sedekah Harian Gunung Sindur Saat Aksi SSNB

Sedekahharian.com, Sabtu, 31 Agutus 2019, alhamdulillah telah terlaksana Aksi SSNB atau Sebar Seribu Nasi Bungkus yang dilakukan oleh relawan Sedekah Harian chapter Gunung Sindur, Bogor. Aksi Sebar Seribu Nasi Bungkus merupakan kegiatan berbagi nasi bungkus kepada para pahlawan jalanan atau kaum dhuafa yang ditemui di jalan. 

Aksi yang dimulai dari depan gerbang pintu masuk perumahan Bukit Dago, Desa Rawakalong, Kec. Gunung Sindur ini diikuti oleh 14 orang relawan yang rata-rata masih berstatus SMA. Meski masih berstatus pelajar, mereka tidak malu untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, bahkan salah satu dari mereka mengatakan “seru” dan “bahagia” setelah mengikuti aksi ini, pasalnya saat membagikan nasi bungkus, mereka melihat secara langsung bagaimana respon penerima manfaat yang begitu sumringah dan tulus menyampaikan rasa syukurnya.


Pembagian nasi bungkus ini dipilih pada pagi hari, sebab pagi hari adalah waktu yang tepat untuk sarapan, dan nasi merupakan menu pokok bagi kebanyakan orang Indonesia. Kebetulan juga, lokasi yang dipilih dalam aksi ini banyak terdapat orang yang membutuhkan, seperti tukang sapu jalanan, tukang parkir, ojek, pengemis, tukang angkut pasir, dll. Dari aksi SSNB ini, sebanyak 100 orang telah menjadi penerima manfaat amanah dari para donatur. Alhamdulillah.

Ada hal menarik yang terjadi saat aksi ini berlangsung. Ketika relawan hendak membagikan nasi kepada tukang pengangkut pasir, kendaraan salah satu relawan diparkir dekat dengan pos polisi. Namun motor yang diparkir tersebut melewati batas yang diperbolehkan untuk parkir. Karena lahan yang sempit, hal ini dikira akan aman saja, sebab kondisi pos polisi tampak sepi. Tak lama kemudian, seorang polisi keluar dari pos dan langsung menegur kami. Awalnya sempat terkejut, tetapi alhamdulillah polisi menegur dengan baik.

Tak hanya soal parkiran saja, salah satu relawan kami juga ditegur soal helm yang tidak digunakan saat berkendara, padahal saat itu helm sedang dibawa. Hal ini pun kemudian menjadi pelajaran tersendiri untuk para relawan agar tetap memperhatikan peraturan lalu lintas, sehingga kejadian serupa tidak terulangi di kemudian hari.

 

Reporter: Robert Eka Masri

Editor: Ajeng P.S