Hukum Berqurban Berdasarkan 4 Madzhab

sedekahharian.com Berqurban dalam islam menurut syariat adalah sebuah kegiatan menyembelih hewan qurban yang dilaksanakan usai menunaikan shalat Idhul Adha. Berqurban merupakan sebuah bentuk ungkapan rasa syukur bagi seluruh umat muslim kepada Allah SWT atas nikmat serta karunia yang telah diberikan.

Menurut para ulama fiqih dari madzhab Hambali, Maliki, maupun Syafi’i mengatakan bahwa hukum berqurban adalah sunnat muakad dan tidak diperkenankan atau makruh untuk meninggalkannya bagi seseorang yang sudah memiliki harta berlebih. Sedangkan menurut madzhab Hanafi adalah wajib hukumnya bagi mereka yang mampu. Ukuran kemampuan seseorang dalam berqurban pada dasarnya sama dengan kemampuan shadaqah, yakni memiliki kelebihan harta atau uang sesudah kebutuhan sandang, pangan, papan tercukupi dan penyempurna kebutuhan yang lazim untuk seseorang.

Beberapa ulama menjelaskan bahwa hukum berqurban adalah wajib bagi yang mampu, namun untuk muslim yang kurang mampu maka gugurlah kewajiban itu. Meski qurban adalah ibadah sunnah, namun ibadah ini tidak boleh ditinggalkan sebab Allah mencintai hambanya yang ingin memakai sebagian hartanya untuk keperluan ibadah.

A. Hukum Qurban Patungan

Seperti yang diketahui, untuk seekor sapi dapat diqurbankan untuk tujuh orang, sementara seekor unta bisa diqurbankan untuk sepuluh orang. Ini mengartikan jika seseorang tidak mampu untuk membeli seekor sapi, maka biayanya bisa dilakukan dengan cara patungan maksimal tujuh orang dan setiap orang dari ketujuh orang tersebut dapat meniatkan qurban untuk diri sendiri dan keluarga masing-masing. Dengan begitu, qurban patungan diperbolehkan bahkan juga dianjurkan untuk semakin memeriahkan syariat qurban itu sendiri.

B. Hukum Qurban Arisan

Apabila qurban patungan diperbolehkan, maka salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan cara arisan qurban dan para ulama sendiri juga mengijinkan hutang untuk berqurban seperti salah satunya adalah arisan. Akan tetapi, hal yang harus diperhatikan adalah peserta arisan harus diusahakan merupakan orang yang sudah siap dalam segi materi atau bisa membayar sejumlah nominal yang sudah ditetapkan sejak awal. Harga hewan qurban yang selalu berubah-ubah di setiap tahun juga membuat nominal akan lebih baik dilebihkan dari harga standar hewan qurban tersebut.

C. Hukum Qurban Belum Aqiqah

Perbedaan dari aqiqah dan qurban adalah dari segi waktu melakukannya. Qurban dilakukan pada tanggal 10 sampai 14 Dzuhijjah, sementara aqiqah bisa dilakukan kapan saja. Apabila ada seseorang yang ingin melakukan qurban namun belum aqiqah, maka laksanakan dan segera dahulukan niat qurban meskipun belum aqiqah. Ini disebabkan karena terbatasnya waktu untuk melaksanakan qurban sedangkan aqiqah bisa dilakukan kapan saja tanpa ada batasan waktu.

D. Hukum Qurban Nadzar

Orang yang sudah bernadzar untuk qurban maka hukumnya menjadi wajib untuk dilaksanakan dan ada dua poin terpenting dalam hal yang berhubungan dengan qurban nadzar, yakni:

  • Untuk nadzar qurban wajib membagikan semua daging hewan qurban dan yang berqurban tidak boleh memakan dagingnya menurut madzhab Syafi’i, Hanafi dan sebagian madzhab Hambali.
  • Jika hewan qurban nadzar beranak maka anaknya juga ikut menjadi qurban nadzar menurut madzhab Syafi’i dan Hambali.

 

E. Hukum Qurban Berdasar Empat Madzhab

Ibadah qurban merupakan ibadah yang memiliki keutamaan dan untuk pemilihan hewan qurban bisa disesuaikan dengan kemampuan. Ada pendapat dari beberapa kalangan ulama dalam menentukan hukum qurban dalam Islam yang berkaitan dengan hukum qurban berdasarkan empat madzhab. Berikut penjelasannya.

  • Madzhab Syafi’i

Madzhab Syafi’i mempunyai pendapat jika ibadah qurban hukumnya adalah sunnat muakkad yakni sunnah yang diutamakan akan tetapi hukumnya bisa juga berubah menjadi makruh untuk orang yang sebenarnya mampu tetapi tidak ingin melaksanakan ibadah qurban tersebut.

  • Madzhab Maliki

Madzhab Maliki juga memiliki pendapat yang serupa dengan madzhab Syafi’i yakni ibadah qurban hukumnya adalah sunnat muakkad, yakni sunnah yang diutamakan akan tetapi hukumnya bisa berubah menjadi makruh untuk orang yang sebenarnya mampu akan tetapi tidak melakukan ibadah qurban tersebut.

  • Madzhab Hanafi

Madzhab Hanafi berpendapat jika hukum qurban dalam Islam adalah wajib untuk dilakukan sekali dalam setiap tahunnya. Pendapat ini mempunyai dasar hukum yang sangat jelas yakni berdasarkan firman Allah SWT. Namun, meski pun begitu, masih juga ada beberapa ulama dari madzhab Hanafi yang tidak sama pendapatnya dan menyatakan jika hukumnya adalah sunnat muakkad.

  • Madzhab Hambali

Madzhab Hambali juga memberi pernyataan jika qurban dalam Islam hukumnya adalah wajib, akan tetapi hukum ini masih bisa berubah menjadi sunnah apabila dilakukan oleh seseorang yang kurang mampu.

Akan tetapi, ulama dari semua madzhab juga sepakat jika hukum qurban dalam Islam akan menjadi wajib apabila sudah bernazar sehingga wajib dilakukan dengan baik dalam keadaan mempunyai atau tidak mempunyai uang karena sudah bernazar.

 

Persyaratan Yang Harus Dipenuhi Sebelum Berqurban

Berqurban sebenarnya sangat mudah dan cara-caranya juga sederhana. Sebelum membeli hewan qurban, ada baiknya kita periksa dulu segala kondisinya, apakah sudah memenuhi persyaratan atau belum. Tips lainnya sebelum membeli hewan qurban adalah, jangan membeli menjelang perayaan Idul Adha, sebab stok hewan qurban akan cepat habis dan juga harganya semakin tinggi. Jadi, sebaiknya membeli hewan qurban saat jauh-jauh hari, selain lebih banyak pilihan, kita juga bisa menabung, sehingga dapat mempersembahkan qurban terbaik.

Memang melakukan ibadah itu harus sesuai syariat islam, jika memang hukum qurban idul adha hukumnya sunnah, maka bagi yang kurang mampu atau biayanya pas-pasan tidak perlu dipaksakan untuk melakukannya. Setidaknya Allah sudah mengetahui niat kita yang tulus ingin berqurban dan menyumbangkan sebagian dagingnya untuk rakyat miskin. InsyaAllah saat Allah memberikan rezeki lebih kita bisa melakukannya. Berqurban diyakini dapat mencegah kita dari sifat-sifat yang buruk dan merugikan, seperti sifat tamak, iri hati dan dengki. Karena dengan berqurban kita telah sadar bahwa kita di mata Allah sama, tidak ada kaya dan miskin.

Bisa jadi Allah memberikan rezeki kepada orang lain melalui diri kita. Tetaplah rendah di hadapan Allah SWT, karena sesungguhnya orang yang merendah di hadapan Allah nantinya di akhirat akan ditinggikan derajatnya. Hukum qurban dalam islam baik sunah maupun wajib menurut pendapat para ulama, sebaiknya dilaksanakan terutama bagi umat muslim yang mampu. Tidak ada ruginya, dan tidak akan menjadi miskin hanya karena berqurban. Justru Allah akan semakin melancarkan rezeki kepada kita dan insyaAllah rezeki kita menjadi berkah. Ingat, di luar sana masih banyak orang kurang mampu yang ingin sekali mencicipi daging qurban. Mereka adalah saudara-saudara kita sesama muslim, yang sudah seharusnya kita bantu. Yuk bahagiakan mereka dengan berqurban!

 

 

Ajeng P.S

Diolah dari berbagi sumber

 

=======================================================

 

BerQurban ke pelosok negeri dan daerah bencana yuk!
(Sapi) 17,5 juta
(Kambing/Domba) 3,5 juta
.
Klik di >> http://bit.ly/belajarqurbanyuk

??????????????????????????????