Ketika Sakit, Pilih Mengeluh atau Tersenyum?

"Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku (As-syu'ara:80)"

Ayat diatas sepertinya jadi tumpuan terakhir yaa teman.. Ketika raga yang biasanya aktif bergerak, harus istirahat untuk sementara waktu.

Dibilang tumpuan terakhir, karena mungkin itulah satu-satunya yang bisa dijadikan harapan setelah kita berdoa dan ikhtiar. Berdoa untuk memohon kesembuhan, dan ikhtiar dengan cara (misalkan : minum obat, pergi ke dokter, dan lain sebagainya).

Dan sebagai umatNya yang beriman, tentu saja setelah kita berdoa dan berusaha, yang wajib kita lakukan adalah tawakal (berserah diri kepada Allah).

Sakit ini mungkin bisa dijadikan reminder oleh masing-masing dari diri kita. Bukankah manusia akan diuji dalam kehidupannya dengan perkara yang tidak disukainya atau dengan perkara yg disenanginya? Ya, sakit ini merupakan opsi pertama dari pernyataan tersebut diatas.

Dari hadits riwayat Muslim, Rasulullah bersabda, "Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia diberikan kesenangan, ia bersyukur (kpd Allah) sehingga didalamnya ada kebaikan. Dan jika ia ditimpa musibah, ia berserah diri ( dan menjalankannya dengan sabar), bahwa didalamnya ada kebaikan pula.

Nah, termasukkah kita dalam orang yang disebutkan Rasul diatas? (mukmin?). 
Semoga jawabannya iya yaa:). Aamiin

Dan sebagai seorang mukmin, kita harusnya bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita alami.Termasuk ketika kita sakit. Yuk, kita telaah lagi, hikmah apa aja sih yg bisa diambil ketika kita sakit?

Berikut beberapa hikmah yang mungkin bisa diambil :
1. Sakit akan menghapuskan dosa.
Jadi teman, yg perlu digarisbawahi dalam point satu ini adalah : penyakit yg kita dapatkan bisa jadi merupakan pengampunan Allah dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan (baik itu kesalahan yang dilakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan, & dari seluruh anggota tubuh kita).
Dan sakit ini, bisa jadi juga merupakan hukuman dari dosa yg pernah kita lakukan.
Allah berfirman dalam surat Asy-Syura : 30, "Dan musibah apapun yang menimpamu adalah perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)".

2. Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya.
Banyak diantara kita yang jika diberi kesehatan, memilih tenggelam dalam kesibukan duniawi, lalai dan malah jauh dari Rabb nya. Dan jika Allah memberikan sakit, barulah kita merasa kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan dihadapan Rabb nya.

3. Sakit menjadi kebaikan seorang mukmin jika dia bersabar.
Rasulullah bersabda, "Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia diberikan kesenangan, ia bersyukur (kpd Allah) sehingga didalamnya ada kebaikan. Dan jika ia ditimpa musibah, ia berserah diri ( dan menjalankannya dengan sabar), bahwa didalamnya ada kebaikan pula - HR.Muslim

Itulah beberapa hikmah yang bisa diambil ketika sakit.
Jadi, cuma ada 2 pilihan ketika sakit nih teman-teman. Apakah masih tetap mengeluh? ataukah menerimanya dengan ridho dan tetap tersenyum hingga Allah angkat penyakit kita?

Semoga, kita semua sepakat memilih opsi kedua yaa :)

Sebagai penutup ada asa dan juga harap, "Semoga catatan kecil ini bisa jadi reminder untuk saya sendiri & juga teman-teman semua. Jika yang lalu masih mengeluh dalam kondisi sakit, mungkin bisa berubah menjadi tersenyum dan ridho ketika Allah berikan sakit"

Oleh: Awi (SH Jakarta)