Jangan Mau Jadi Muslimah Minimalis

Mungkin masih membekas diingatan kita, dengan istilah Jilboobs. Istilah yang buat  kami pribadi merasa sedih mendegarnya. Karena lagi-lagi bukan hanya secara pribadi yang mengenakan jilboobs yang dicederai, namun mencederai jilbab itu sendiri. Bahkan mencederai hati muslimah yang akan dan sedang mengistiqomahkan diri. 
Sedekah Harian sebagai Komunitas yang gencar menyemarakan Sedekah juga tak lepas ingin menjadi agen beradaban Islam yang baik. Bagi kami tiap proses hijrah seorang muslimah tidak bisa disamakan ukurannya. Ketika ada saudari kita yang mencoba memulai berhijab dengan hal-hal  kecil. Seperti memulai mengenakan hijab meski belum sesuai tuntunan syariah, itu sudah poin utama bahwa ada langkah yang ingin capai untuk perbaikan diri. Tak perlu digugat, tapi sentuh hatinya dengan semisal ajakan, “Kamu muslimah yang baik, jangan mau jadi muslimah minimalis, yuk istiqomah berproses.”

Agar kita tidak jadi muslimah yang minimalis, tentu ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti :

1.    Perbaiki Niat Berhijab, Jauhi Niat Minimalis
Balik lagi yang paling utama dari menjalankan perintah Allah adalah niat. Ketika muslimah sudah memilih untuk berhijab, lantas dia belum meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik yang ia lakukan sama seperti sebelum berhijab. Coba cek kembali niat berhijabnya, mungkin ada yang niat benar tapi caranya salah. Mungkin memang niat berhijabnya yang salah atau kurang tepat. Misalnya niat berhijabnya, “yang penting berhijab dulu deh ikutin perintah Allah karena berhijab itu kewajiban, mau nanti masih nakal-nakal dikit yang penting udah usaha.” Niat awalnya bagus, tapi niat tersebut masih minimalis karna tidak dibarengi niat untuk perbaikan diri. Sejauh apa usaha yang akan kita upayakan, akan sangat bergantung dari niatnya. Perbaiki niat kita yuk dear.

2.    Upgrade Ilmu Keagamaan
Menuntut ilmu adalah kewajiban, tapi belakangan banyak dari kita yang mengesampingkan ilmu agama. Padahal ilmu yang kita pelajari juga harus seimbang. Maka disamping mempejari ilmu eksak umum jangan lupa untuk mengupgrade keilmuan kita di bidang agama Islam tentunya. Banyak cara yang bisa muslimah lakukan untuk menambah khazanah keilmuannya, mulai dari rutin mengikuti majelis ilmu. Banyak kantor-kantor yang mulai mengadakan kajian harian, mingguan, bulanan atau tahunan sekalipun. 

3.    Kelilingi Diri dengan Orang Baik
Sudah menjadi sunnatullah, bahwa lingkungan yang baik akan membawa pengaruh yang baik pula. Sudah menjadi sunnatullah, bahwa lingkungan yang baik akan membawa pengaruh yang baik pula. Seperti dalam sebuah riwayat yang menjelaskan kalau seorang yang berteman dengan pedagang minyak wangi akan memperoleh bau harum juga. Maka muslimah sebaiknya mengelilingi diri dengan oarng-orang yang baik dan sedang istiqomah juga. Tujuannya agar saling berukar semangat dan memotivasi diri serta meniru kebaikan-kebaikan dari lingkungannya tersebut.

4.    Luangkan Waktu untuk Muhasabah Diri
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan  mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (Qs. Ar-Ra’d : 28) 

Meluangkan waktu untuk muhasabah diri juga perlu dilakukan oleh muslimah. Karena kita tahu seorang muslimah juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Kadang dari kekurangan tersebut kita jadi kecewa pada diri sendiri. Bahkan dari kelebihan yang ada bisa menjadikan diri kita sombong dan merasa lebih baik dibanding dengan orang lain. Maka muslimah harus membiasakan muhasabah diri, mendekati Allah serta menundukan hati. Untuk mengingat-ingat kembali kesalahan dan meminta ampunan Allah SWT.  

5.    Ikut Komunitas Kebaikan
Komunitas kebaikan di Indonesia terbilang banyak, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan dan mu’amalah. Ada pula komunitas yang konsen mengajak muslimah dalam hal ibadah yang sifatnya individu namun terkontrol secara jama’ah. Amalan yang tadinya kita jaga sendiri, kini bisa diwadahi oleh komunitas yang akan membantu kita istiqomah dalam amalan kebaikan. Karena sekali lagi, ketika kita memutuskan berhijab yang terpenting bukan hanya baik untuk diri sendiri. Namun juga bermanfaat untuk sekitar, minimal bantu menggerakan komunitas kebaikan tersebut. 

    Jadi, jangan mau jadi muslimah minimalis. Luruskan niat dan mari bergerak terbar manfaat sebanyak yang kita bisa lakukan. Semangat dear, muslimah. 

(Hilmy Isna/SH Jakarta)